Dari CS’ers untuk Sinabung – 2010

Seperti kita ketahui bersama gunung Sinabung yang telah tertidur selama 400 an tahun kembali terbangun kembali dan dengan perkasanya melontarkan isi perutnya ke udara, dampak bangun nya gunung Sinabung adalah desa-desa yang terletak di radius 6 km dari kaki Gunung Sinabung mendapat hujan abu vulkanik dan juga hujan batu-batu kerikil yang menyebabkan seluruh warga desa yang berada pada kisaran radius muntahan abu Sinabung harus meninggalkan desa dan mengungsi ke tempat yang aman.

Sinabung
Gunung Sinabung pada letusan pertama di tahun 2010 setelah tertidur 400 tahun

Jumlah pengungsi saat ini yang tersebar di Jambur, rumah penduduk, Gereja, Mesjid mencapai 25 ribuan orang, yang tentunya mereka juga membutuhkan pertolongan pertama yakni tindakan tanggap darurat, seiring dengan tersebarnya berita letusan gunung Sinabung melalui media cetak, media elektronik dan media lain nya mengarahkan semua perhatian Sumatera Utara ke Tanah Karo, ratusan masyarakat, LSM, Organisasi Kepemudaan, Organisasi Parpol, Organisasi Agama hingga orang perorangan mengulurkan tangan membantu meringankan beban saudara2 kita yang saat ini sedang mengalami bencana.

Akan tetapi karena beratnya medan dan lokasi yang di tempuh menyebabkan beberapa desa tempat penampungan pengungsi tidak menerima bantuan sama sekali dari Posko Utama Bencana Letusan Gunung Sinabung yang di pusatkan di Kantor Bupati Tanah Karo, berdasarkan data-data dan keterangan dari relawan yang hilir mudik antara Medan – Tanah Karo, maka di putuskanlah untuk mengantarkan bantuan yang telah di percayakan teman-teman kepada Couchsurfing Medan untuk di salurkan kepada korban bencana.

Minggu tanggal 5 September 2010, pukul 06.00 dengan di iringi hujan rintik-rintik yang masi menyisahkan sedikit dinginnya malam team bergerak untuk mengepak barang dan melansir barang ke mobil pinjaman, setelah semua persiapan selesai akhirnya berangkat lah ke Medan dengan tujuan rumah Sisi, karena 1 hari sebelumnya beberapa barang yang terdiri dari beras, gula, masker dan lain-lain telah di antar ke sana sebagai basecamp nya CS Medan, setelah usai di tempel stiker Couhsurfing, team yang beranggotakan : Johan sebagai supir utama, Karnadi sebagai supir serap, sisi sebagai kenek 1 dan mommy sebagai kenek 2 berangkatlah kami menuju Tanah Karo.

Sinabung
CS’ers Medan yang berangkat menyalurkan bantuan dari CS’ers se-Indonesia ke Pengungsi Gunung Sinabung

Sepanjang perjalanan selain was-was karena STNK mobil pinjaman itu telah kadaluarsa selama 3 bulan juga kami mendapati banyak sekali tentara dan polisi yang berpatroli sepanjang jalur Medan – Tanah Karo, ternyata dan ternyata informasi dari teman, hari ini tanggal 6 September 2010, Presiden SBY beserta rombongan akan mengunjungi pengungsi di jambur-jambur.

Pukul 09.30 kami telah memasuki Greenhill Resort di Sibolangit, setelah buang air kecil dan istirahat sejenak perjalanan di lanjutkan hingga ke arah penatapan, disana kami istirahat cukup lama, selain mengisi perut kami juga sejenak melepaskan penat dengan bermain-main dengan monyet2 liat yang berkeliaran di seputaran pondok. setelah cukup puas perjalanan kami lanjutkan ke arah Berastagi, karena jalanan cukup sepi perjalan tidak sampai 1 jam kami telah sampai di Berastagi dan berjumpa dengan Andi Citra yang 1 hari sebelumnya telah berangkat untuk mencari informasi dan tinggal 1 malam bersama para pengungsi.

Karena barang bawaan cukup banyak dan tidak semua nya kami supply ke 1 tempat saja, maka kami mencari tempat untuk sortir barang-barang-barang tersebut terlebih dahulu.

sempatkan diri berpose... :D
sempatkan diri berpose… 😀

mengatur bantuan untuk di spread menjadi beberapa jenis dan di salurkan sesuai dengan kebutuhan dari masing-masing penampungan pengungsi

mengatur bantuan untuk di spread menjadi beberapa jenis dan di salurkan sesuai dengan kebutuhan dari masing-masing penampungan pengungsi

Sesampainya kami di rumah Bapak Amal Sitepu, kami disambut dengan cukup ramah sambil berkata “saya bukan pengungsi, saya yang punya rumah ini dan saya yang menampung mereka semua” terus berulang-ulang di ucapkan kepada kami semua satu persatu sambil berkenalan dengan kami. hal ini yang membuat kami ngakak setengah mati (dari awal Filcon sudah sampaikan hal ini kepada kami)

Pak Amal Sitepu yang berbaju putih melepas kepergian kami dengan melambaikan tangan

Pak Amal Sitepu yang berbaju putih melepas kepergian kami dengan melambaikan tangan

Setelah menurunkan bantuan dan juga beramah tamah sejenak dengan para pengungsi di rumah Pak Amal, kami kembali melanjutkan penyaluran bantuan kepada Gereja yang di peruntukan bagi pengungsi di belakang rumah pak Amal.

suasana jalan menuju rumah Pak Amal

suasana jalan menuju rumah Pak Amal

 

CS'ers sedang menurunkanbantuan buat pengungsi di rumah Pak Amal
CS’ers sedang menurunkanbantuan buat pengungsi di rumah Pak Amal

 

suasana pengungsian di rumah Pak Amal.
suasana pengungsian di rumah Pak Amal.

 

pengiriman bantuan ke Gereja belakang rumah pak Amal, sisi dengan perkasanya mengangkat beras, mirip dengan pekerja kuli di belawan :p
pengiriman bantuan ke Gereja belakang rumah pak Amal, sisi dengan perkasanya mengangkat beras, mirip dengan pekerja kuli di belawan :p

 

Pengungsian di Gereja
Pengungsian di Gereja

 

foto bersama sejenak dengan pengurus Gereja
foto bersama sejenak dengan pengurus Gereja

The journey begin….

setelah mendapat informasi yang cukup banyak dari warga sekitar mengenai kondisi posko2 penampungan pengungsi korban letusan gunung Sinabung, kembali kami melanjutkan perjuangan mengantarkan sisa bantuan yang ada, untuk penyaluan bantuan selanjutnya akan di kirimkan ke Kecamatan Tiga Binanga yang berjarak sekitar 35 km dari kota Kabanjahe, tetapi jarak 35 km harus di tempuh dengan waktu 2,5 jam dan juga disertai dengan guncangan-guncangan keras akiba jalan yang di lalui sangat rusak, kami sempat frustasi dan putus asa, ketika setalah menempuh perjalan 2 jam masih belum sampai ke lokasi. tetapi untungnya sedikit semangat yang masi ada itu kami pertahankan untuk mencapai lokasi dan akhirnya setelah 2,5 jam terombang-ambing di jalanan rusak dan berkelok-kelok dengan pemandangan gunung Sinabung yang semakin menjauh dari pandangan kami, akhirnya kami sampai pada Jambur Pasar Buah Kecamatan Tiga Binanga.

 

Gunung Sinabung dari jalan menuju kecamatan Tiga Binanga, dengan tenangnya hari Minggu yang lalu menghimpun tenaga, dan di lepaskan kembali pada tanggal 7 September 2010 pukul 00.30 dan di perkirakan kekuatan nya lebih dasyat
Gunung Sinabung dari jalan menuju kecamatan Tiga Binanga, dengan tenangnya hari Minggu yang lalu menghimpun tenaga, dan di lepaskan kembali pada tanggal 7 September 2010 pukul 00.30 dan di perkirakan kekuatan nya lebih dasyat

 

Pose 2
Pose 2

 

pose lengkap
pose lengkap

 

menatap keperkasaan Sinabung, melihat dan merenung sejenak kedasyatan daripada kekuatan Sinabung....
menatap keperkasaan Sinabung, melihat dan merenung sejenak kedasyatan daripada kekuatan Sinabung….

 

 

 

suasana pengungsian di Jambur Pasar Buah Tiga Binanga
suasana pengungsian di Jambur Pasar Buah Tiga Binanga

 

bahu membahu
bahu membahu

 

gotong royong
gotong royong

bekerja sama
bekerja sama

 

Demi kemanusiaan
Demi kemanusiaan

 

barang-barang yang di drop untuk jambur Pasar Buah Tiga Binanga.
barang-barang yang di drop untuk jambur Pasar Buah Tiga Binanga.

 

penyerahan secara simbolis kepada panitia
penyerahan secara simbolis kepada panitia

 

foto bersama
foto bersama

 

thanks to Chaidir Darmawan atas pinjaman mobil nya.... :D kapan-kapan pinjam lagi ya.....
thanks to Chaidir Darmawan atas pinjaman mobil nya…. 😀 kapan-kapan pinjam lagi ya…..

Perjalanan panjang dan melelahkan terbayar lunas ketika kami tiba di Jambur di sambut dengan hangat oleh panitia setempat yang di kelola oleh Camat, Koramil dan Polsek Kecamatan Tiga Binanga, dan segala rasa di perjalanan hilang seketika ketika kita melihat jejaran orang berbaring di sekitar jambur, rasa lelah sirna seketika berubah menjadi perasaan haru dan iba melihat kondisi dari pengungsi yang kebetulan juga baru hari Minggu kemarin mendapat drop bantuan dari Posko Utama Penanganan Bencana Letusan Gunung Sinabung.

Rasa bahagia dan senang terpancar dari raut muka para pengungsi ketika bantuan sampai pada tempat mereka, ini berarti kelangsungan hidup mereka untuk beberapa hari kedepan sudah terpenuhi dan mereka tidak dapat berbuat apa-apa selain menggantung hidup pada bantuan pada donator dan pemerintah

Setelah selesai menyalurkan seluruh sisa bantuan kepada Jambur Pasar Buah Kecamatan Tiga Binanga akhirnya semua beban dan tanggung jawab team terlepas sudah, sekarang saat nya untuk mengisi perut, karena tadi dari awal mengejar waktu sehingga untuk urusan sejengkal di belakangkan dulu, pilihan jatuh pada RM. BPK (B*bi Panggang Karo) yang walaupun rasa nya pas-pas an tetapi cukup lah untuk sekedar mengganjal perut dari rasa lapar.

Perjalanan Panjang belum berakhir, kami harus memikirkan jalan terbaik untuk kembali ke Berastagi tanpa melewati jalan yang kita lalui sewaktu datang tadi, akhirnya setelah bertanya-tanya kepada penduduk setempat di sarankan lewat Perbesi, jalanan lebih mulus tetapi ber abu karena berada dalam lingkaran 6 km daerah yang wajib di kosongkan, dengan tekad bulat akhirnya kami memilih jalan itu sekaligus ingin melihat dari jarak dekat aktifitas Sinabung. ternyata perjalanan sangat mulus sekali dengan jalanan beraspal dan sepi akhirnya perjalanan dapat di tempuh hanya 1,5 jam sampai di kota berastagi.

 

berangan-angan, menatap masa depan penuh harapan
berangan-angan, menatap masa depan penuh harapan

 

foto bersama lagi
foto bersama lagi

 

Gunung Sinabung dari Kecamatan Payung, yang masuk dalam radius 6 km status awas dalam letusan gunung Sinabung
Gunung Sinabung dari Kecamatan Payung, yang masuk dalam radius 6 km status awas dalam letusan gunung Sinabung

Sewaktu di perjalanan Pak Aml menelepon Andi mengabarkan bahwasan nya akan ada tang lagi 300 pengungsi ke tempat dia, setelah sampai ke Berastagi kami menyempatkan diri singgah ke rumah pak Amal untuk melihat kondisi terkini, sayangnya kami tidak sempat bertemu pak Amal karena sedang ke rumah nya yang lain lagi.

Karena hari semakin sore dan juga kondisi cuaca juga sudah berawan, akhirnya kami putuskan untuk kembali ke Medan dan semua informasi terkini tentang penampungan di rumah pak Amal akan kami kumpulkan via relawan dan juga telepon dengan beliau nya.

 

lumayan dapat tarikan kereta.... :p
lumayan dapat tarikan kereta…. :p

 

"yang

Peta situasi pengungsi dan juga radius pengungsi
Peta situasi pengungsi dan juga radius pengungsi

Akhirnya perjalanan menyalurkan bantuan dari sumbangan teman-teman dan donator yang telah di kumpulkan berakhir sudah dengan menyisakan sedikit rasa iba sampai kapan hal ini akan berlanjut, Ladang-ladang para pengungsi, ternak dan harta benda yang di tinggalkan di desa tentunya menjadi beban bagi mereka semua. kita hanya bisa berdoa untuk mereka semua dan hanya sedikit yang dapat kami lakukan, biarlah hal yang sedikit ini dapat menjadi embun penyejuk bagi mereka.

Kami juga mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada semua pihak, teman-teman donator yang telah ikhlas memberikan bantuan baik berbentuk barang dan uang, kiraNya Tuhan yang senantiasa memberkati teman-teman semua.

Tiada pesta yang tak usai, semua cerita juga punya akhir, inilah akhir dari kisah kami semua yang telah meilhat langsung penderitaan dari pada saudara-saudara kita di Tanah Karo, biarlah ini menjadi pembelajaran hidup kita semua, bahwa hidup ini akan lebih berarti dan bermanfaat apabila kita hidup saling berbagi apalagi berbagi dalam segala keterbatasan kita.

 

Written By
More from admin

Medan Bisnis 4 Maret 2012

Post Views: 19 Related
Read More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *