Intramuros, Kota di dalam Benteng Yang Unik

Di Kota Manila Filipina, terdapat sebuah kota tua yang terbilang cukup unik, kota yang dikelilingi benteng dan gedung-gedung didalamnya berarsitektur Spanyol, orang-orang menyebutnya Intramuros.

Sejarah Intramuros

Intramuros adalah distrik tertua dan inti dari sejarah Manila. Kota ini merupakan bagian dari  pusat pemerintahan Spanyol selama masa kolonial Spanyol di Filipina. Intramuros ini terletak sekitar 1 km dari Rizal Park, Distrik ini terdari dari 2 bagian yaitu tembok dalam Manila disebut intramuros, yang dalam bahasa Latin berarti “di dalam dinding”, distrik luar dinding disebut sebagai Extramuros dari Manila, yang berarti “di luar tembok”.

intramuros
Peta Intramuros

Benteng tersebut didirikan oleh Spanyol pada abad ke 16 untung melindungi bagian dalam kota dari serangan pihak musuh, kota berdinding seluas 0,16 km persegi ini dibangun di sepanjang teluk Manila. Tetapi karena modernisasi dan reklamasi yang massif dari kota Manila  menyebabkan kota ini bergeser menjauh dari sisi teluk Manila.

intramuros

Menuju Intramuros

Perjalanan dari Makati menuju Intramuros dilakukan dengan menumpang MRT dan LRT, dimulai dengan menumpang MRT dari Ayala Station kemudian berganti ke LRT di stasiun EDSA/ Pasay untuk selanjutnya menuju ke Central Station, perjalanan pagi ini terbilang cukup lancar, yang lama hanya sewaktu menunggu kereta dan panjangnya antrian orang-orang yang akan berangkat kerja.

intramuros
Sarapan pagi dulu sebelum melanjutkan perjalanan
intramuros
Minumnya jus kelapa
intramuros
Lumayan murah juga menunya, nasinya tambah sesuka hati

Pada traveling murah kali ini sepanjang perjalanan berulang kali orang yang berpapasan memperingatkan tas jangan di belakang, rupanya tingkat kejahatan di Manila terbilang lumayan sehingga setiap turis yang berkunjung ke sana harus ekstra hati-hati, setibanya di Central Station harus berjalan kaki sejauh 500 meter untuk sampai ke Gerbang Intramuros.

intramuros
Gerbang Intramuros

 

Sesampainya di gerbang Intramuros, telah berjejar tri cycle (becak) yang menawarkan jasa untuk membawa keliling Intramuros yang terbilang luas dan juga sengatan matahari yang lumayan panas, awalnya saya mencoba mengacuhkan tawaran daripada tukang becak tersebut dan berencana akan jalan kaki saja, tetapi kok semakin jalan panasnya makin menjadi-jadi, kebetulan ada seorang tukang becak memanggil dan menawarkan jasa dengan harga 300 PHP untuk ½ jam, karena terhitung mahal maka nego dengan tukang becak tersebut dan didapatkan 250 PHP untuk 1 jam dan tukang becak tersebut mengiyakan.

intramuros
Senjata pertahanan benteng

Ternyata kawasan Intramuros ini sangat luas dan rasanya tidak memungkinkan untuk melihat semua objek dan menjelajahi seluruh area dengan berjalan kaki. Berkeliling kawasan Intramuros serasa kita memasuki mesin waktu dan terlempar ke masa beberapa ratus tahun silam. Puluhan gedung-gedung tua masih dipertahankan sesuai dengan aslinya, bahkan ada yang masih dialih fungsikan menjadi sekolah, gereja, perkantoran komersil, kafe, penginapan dll.

intramuros
Jalanan di Intramuros masi original peninggalan Spanyol

Persinggahan pertama adalah Puerta Real, sebuah taman dan ruangan-ruangan yang biasa dipergunakan oleh gubernur jendral untuk acara kenegaraan, menurut abang becak tersebut yang merangkap guide Puerta Real ini bisa menampung 1000 undangan, selain melihat kedalam taman kita juga dapat melihat senjata-senjata peninggalan Spanyol yang disusun sedemikian rupa di ruangan-ruangan yang diberi jeruji besi.

Selain daripada itu kita singgah sejenak ke bekas kantor Mac Arthur, panglima perang AS untuk Asia Pasifik yang juga didalam kompleks intramuros, sekilas kelihatannya kantor beliau adalah benteng didalam benteng jadi betapa amannya saat itu.

intramuros
Markas Mac Arthur, panglima perang AS untuk Asia Pasifik

Dalam mengunjungi Intramuros hal yang tidak boleh dilupakan adalah mengunjungi Fort Santiago, untuk masuk kedalam benteng kita dikenakan biaya lagi sebesar 75 PHP, Fort Santiago menjadi spot paling populer di Intramuros. Kompleks benteng yang telah ada sejak tahun 1571 menjadi titik sejarah penting di Manila. Benteng ini sempat mengalami kerusakan pada masa Perang Dunia II. Di dalam benteng ini juga terdapat penjara tempat dimana Dr. Jose Rizal, pahlawan nasional Filipina pernah ditahan sebelum menjalani eksekusi mati di Luneta Park tahun 1896 saat Filipina berada di bawah penjajahan Spanyol.

 

Mac Arthur, panglima perang AS untuk Asia Pasifik
Tempat penjualan tiket masuk ke Fort Santiago
Mac Arthur, panglima perang AS untuk Asia Pasifik
Gerbang Fort Santiago

Rumah tempat Dr. Jose Rizal pernah ditahan sekarang menjadi museum yang disebut Rizal Shrine. Di tempat ini masih dapat  dilihat jejak kehidupan Dr. Jose Rizal saat beliau menjalani profesi sebagai seorang dokter dan perjuangannya melawan kolonial Spanyol.

Intramuros
Lukisan menggambarkan Jose Rizal di hukum mati
Intamuros
Galeri Jose Rizal

Tidak jauh dari Fort Santiago kita akan menjumpai sebuah alun-alun kecil, alun-alun itu adalah Plazuela De Santa Isabel. Di alun-alun ini dibangun sebuah monumen untuk memperingati 100 ribu orang yang terdiri dari wanita, pria dan anak-anak  yang telah gugur saat perang di bulan Feb-Mar 1945.

Intramuros
Plazuela De Santa Isabel

 

Di Intramuros ini kita juga dapat melihat jejak peninggalan Bangsa Spanyol yang dinobatkan dalam UNESCO World Heritage Site pada tahun 1993. Gereja San Agustin ini masih berdiri  dengan kokohnya hingga sekarang. Bangunan bergaya Spanyol membutuhkan waktu sekitar 21 tahun untuk penyelesaikannya.

Intramuros
Gereja

Gereja yang berdiri sekarang adalah gereja generasi ke-3. Gereja generasi pertama didirikan tahun 1571 yang terbuat dari nipa dan bambu namun terbakar habis tahun 1574 dan dibangun kembali gereja generasi ke-2 namun kembali habis terbakar tahun 1583. Miguel Lopez de Legazpi Gubernur Jenderal Spanyol pertama di Filiphina dimakamkan di dalam komplek gereja ini. Sayangnya sewaktu kunjungan saya ke Intramuros Manila Cathedral sedang tutup karena renovasi besar-besaran.

Puas mengintari Intramuros di siang yang terik, saya mengusulkan kepada supir Tri Cycle untuk membawa saya keliling ke Rizal Park dan sekitarnya sekalian mengantarkan saya ke Central Station, tidak terasa sudah 3,5 jam saya menghabiskan waktu di Intramuros. Perjalanan pulang saya tetap menumpang metro seperti waktu datang, sewaktu tiba di Central Station rupanya antrian sudah lumayan panjang karena bertepatan dengan jam pulang kerja, alhasil perjalanan panjang menuju Hotel di daerah Makati harus ditempuh selama 1,5 jam dengan beragam transport dari LRT ganti ke MRT kemudian dilanjutkan dengan Jeepney.

Intramuros
Sunset di Makati
Intramuros
Rizal Park
Intramuros
Teluk Manila
Written By
More from admin

Berpetualangan Ke Pulau Banyak, Singkil Part 1

Pulau Banyak, adalah sebuah jajaran kepulauan yang terletak di Kabupaten Singkil yang...
Read More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *