Laporan Bantuan Sosial dari CS’ers Untuk Sinabung – 2010

Laporan perjalanan menyalurkan bantuan teman-teman dan CS’ers kepada pengungsi letusan Gunung Sinabung
Tanah Karo 5 September 2010. Sebagai aksi kemanusiaan, dan aksi spontanitas dari teman-teman, CS’ers Medan, melakukan pengumpulan dana dan dana yang terkumpul juga lumayan dan semua dana yang terkumpul telah kami belikan barang-barang keperluan yang di perlukan oleh para pengungsi di sana.

Adapun barang-barang yang telah kami salurkan pada tahap I adalah sebagai berikut :
1. 7 karung beras @10 kg
2. 1 karung beras @15 kg
3. 50 kg Gula Pasir
4. 4 kotak deterjen @12 bungkus
5. 2 kotak sabun mandi @72 buah
6. 4 pack teh
7. 25 kotak air mineral cup
8. Minyak makan 2 kotak @6 bungkus 2 liter
9. 60 bungkus pembalut
10. 1 bungkus garam dapur @12 bungkus
11. Susu bayi dan makanan bayi
12. Pakaian bekas
13. 10 kaleng sardin ikan
14. 15 kotak masker @100 buah

Penyaluran :
Sesuai dengan survei awal dari Andi Filcon 1 hari sebelum nya di lokasi dan juga informasi dari relawan yang telah sebelumnya bergerak di sana menerangkan bahwa ada 1 Bapak yang menampung para pengungsi dari Naman Teran yaitu Bapak Amal Sitepu yang membuka rumahnya untuk 150 pengungsi

Kami sampai di lokasi di sambut oleh Bapak Amal Sitepu langsung dan di perkenalkan kepada pengungsi yang saat itu berkumpul di rumah Pak Amal. Bantuan yang kami salurkan di tempat pak amal adalah sebagai berikut :

1. 3 karung beras
2. 30 bungkus pembalut
3. 25 kg gula
4. 1 bungkus besar garam dapur
5. 2 kotak minyak makan
6. 2 pack teh
7. 2 kotak deterjen
8. 1 kotak sabun mandi
9. Susu bayi dan makanan bayi
10. 5 kaleng sarden ikan
11. 5 kotak masker

Selepas dari tempat pak Amal, rombongan di bawa oleh ibu Rita ke Gereja di belakang rumah Pak Amal yang menampung sekitar 30 orang pengungsi dan kami menyalurkan 3 karung beras, 36 buah sabun mandi, 10 pembalut, 6 bungkus deterjen dn 1 kotak masker

Sesuai dengan pembicaraan awal dengan pengungsi di lokasi dan juga fakta-fakta lapangan dari Ibu Rita yang kebetulan adalah seorang relawan yang bertugas di posko kesehatan, maka kami memilih Desa Tiga Binanga untuk menyalurkan seluruh sisa bantuan tersebut, perjalanan di tempuh selama 2,5 jam dari Kabanjahe yang 80 % jalanan yang di lalui adalah jalanan yang rusak parah dengan pemandangan gunung sinabung dari jarak dekat, Desa Tiga Binanga menampung pengunngsi di Jambur Pasar Buah dengan jumlah pengungsi sebanyak 2.034 orang yang berasal dari desa-desa radius 6 km dari kaki gunung Sinabung.

Adapun bantuan yang kami salurkan di sini adalah sebagai berikut :

1. 1 karung beras @10kg
2. 1 karung beras @15 kg
3. 25 kotak air mineral
4. 25 kg gula pasir
5. 2 pack teh
6. 18 bungkus deterjen
7. 36 buah sabun mandi
8. 5 kaleng sarden ikan
9. 20 bungkus pembalut
10. Susu bayi dan makanan bayi
11. Baju bekas
12. 9 kotak masker

Dalam suatu bencana pasti ada hikmah yang dapat di petik, demikian juga dalam bencana Letusan Gunung Sinabung ini kita tidak tahu kapan akan berakhir, berapa banyak kerugian yang di timbulkan tetapi kita masi patut bersyukur bahwasan nya kita masi di berikan keselamatan dan pemeliharaan Tuhan dalam hidup kita. Sebagai wujud nya kita bersatu dan bergandengan tangan membantu meringankan sedikit beban dari saudara-saudara kita di sana.

Melalui laporan ini kami berterima kasih tak terhingga kepada teman-teman yang telah sudi kiranya menyisihkan sedikit rezekinya untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena bencana alam, dan juga kepada teman-teman yang telah membantu secara tenaga, dukungan moral dan semangat kepada kami semua untuk menyalurkan bantuan Tahap I ini. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa membalas kebaikan teman-teman semua dengan berkatNya yang tidak terhingga.

————————–————————–
Update penyaluran bantuan Tahap II kepada pengungsi letusan gunung Sinabung

Pada tanggal 5 September 2010 yang lalu dari CS’ers Medan telah menyalurkan bantuan kepada pengungsi letusan Gunung Sinabung dan 1 hari setelah nya Gunung Sinabung kembali mengeluarkan letusan selama 37 detik dan guncangan hingga radius 8 km. Sesuai jadwal berikutnya maka tanggal 9 September 2010, kembali kami mengunjungi Gunung Sinabung sambil menyalurkan bantuan kepada pengungsi yang membutuhkan uluran tangan kita semua.

Berangkat dari “basecamp bantuan” yaitu dari rumah Sisi pada pukul 08.00 WIB, singgah sebentar ke rumah Mommy untuk mengambil bantuan susu dan makanan bayi yang di sumbangkan mommy bagi pengungsi di Sinabung. Perjalanan kembali di lanjutkan dengan kru sebagai berikut : Sisi, Fenny, Johan, Meiliana, Paulo dan Karnadi. Kali ini kami membawa bantuan berupa :
1. 60 kg beras
2. 10 kotak Mie Instan
3. 10 kaleng susu
4. 1 kg ikan asin
5. 1 kg ikan teri nasi
6. 4 bungkus kecap kental
7. 20 kotak susu bayi
8. 20 kotak makanan bayi
9. 120 bungkus biskuit
10. Susu dan roti bayi dan balita dari Mommy

Target penyaluran kali ini adalah rumah Pak Amal Sitepu yang kembali menampung pengungsi setelah sebelumnya kembali ke desa, karena letusan berlanjut akhirnya mereka kembali lagi ke lokasi pengungsian. Di tempat ini kami menyalurkan 30 kg beras, 5 kotak mie instan, 5 kaleng susu, 1 kg ikan asin, 2 bungkus kecap, 10 kotak susu bayi dan 10 kotak makanan bayi , 40 bungkus biskuit. Kali ini kebetulan pak Amal sedang tidak di tempat , bantuan kami titipkan kepada yang sedang menunggui rumah beliau untuk disampaikan kepada beliau.

Setelah dari rumah pak Amal, kembali kami menuju ke Garuda Tani, dimana kami mendapatkan informasi di sana ada menampung 4 Kepala Keluarga korban letusan gunung Sinabung. Di tempat ini kami menyalurkan 2 kotak mie instan, 3 kaleng susu, 20 bungkus biskuit, 10 kotak susu dan roti bayi.

Sehabis menyalurkan bantuan-bantuan kepada pengungsi, kami berangkat lagi menuju Lau Kawar yaitu danau yang berada di bawah kaki gunung Sinabung, dengan harapan kami dapat menjumpai Bapak Ginting yang rumahnya terletak tepat di kaki gunung Sinabung, selain memberikan bantuan juga memastikan kondisi beliau baik-baik saja, tapi ternyata beliau tidak ada di tempat dan menurut aparat Brimob yang berjaga di sana, beliau sudah mengungsi ke Kabanjahe (Bapak Ginting ini adalah “juru kunci” atau orang yang harus di lapori oleh setiap pendaki gunung Sinabung, sebelum naik ke Sinabung, semua harus melapor dan meminta izin kepada beliau)

Perjalanan menuju Lau Kawar tidak seseram yang di beritakan media, yang tersisa hanya lah debu dan abu vulkanik, sepanjang jalan sangat sepi dan kendaraan yang masuk dan keluar dapat di hitung dengan jari tangan, rata-rata mereka hanya sampai di pertengahan saja, setelah tanggal 5 kemarin kami sampai pada radius 2-3 km dari kaki gunung Sinabung, kali ini kami memberanikan diri langsung berada di kaki gunung Sinabung yaitu di Lau Kawar dan ternyata Lau Kawar tidak mengalami “serangan” debu vulkanik sama sekali karena kawah gunung bukan menghadap Lau Kawar. Sungguh indah menikmati keindahan Lau Kawar dari atas, kami mencoba mendaki ke pondok2 yang di sediakan untuk istirahat di sana sambil memandang Gunung Sinabung di sebelah sisi danau.

Biasa nya kalau liburan panjang begini pastilah tempat ini udah di penuhi pengunjung dan pecinta alam yang akan mendaki kesana, karena sedang dalam status awas dan waspada maka hanya lah aparat Brimob saja yang berpatroli disana.

Sekembalinya kami ke Berastagi, kami singgah lagi ke Jambur Ta Ras Berastagi yang menampung 2.432 orang pengungsi untuk menyalurkan bantuan kesana.

Akhirnya waktu juga yang membatasi kunjungan kami kesana, dengan berat hati kami harus meninggalkan semua nya untuk kembali ke Medan. Inilah akhir perjalanan kami menyalurkan bantuan tahap II kepada para pengungsi di gunung Sinabung. Update berita selengkapnya akan di publish setelah kembali dari perjalanan panjang…. 😀

59492_435690204073_8075481_n

59492_435690224073_3290834_n

59281_435688309073_3238963_n

59281_435688304073_3217312_n

59281_435688294073_6566038_n

47848_435688684073_8346792_n

Written By
More from admin

Pembunuhan massal di Kamboja, Masa Lalu Yang Kelam

KAMBOJA atau Kampuchea merupakan negara di Asia Tenggara yang semula berbentuk Kerajaan...
Read More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *