#Menolaklupa 17 Tahun Mengenang Tragedi Kerusuhan Mei 1998

“Hanya ada satu negara yang pantas menjadi negaraku. Ia tumbuh dengan perbuatan dan perbuatan itu adalah perbuatanku.” -Mohammad Hatta

Tragedi Mei 1998 adalah salah satu sejarah kelam Indonesia yang terjadi pada tanggal 12-15 Mei 1998. Tim Gabungan Pencari Fakta mencatat, ada 1217 orang tewas terbakar, 31 orang hilang, dan 52 perempuan etnis Tionghoa yang diperkosa.

Tragedi Mei 1998 merupakan kemarahan masyarakat terhadap kebrutalan aparat keamanan dalam peristiwa Trisakti yang menewaskan rekan aktivis saat menuntut lengsernya Orde Baru. Amuk massa kemudian dialihkan kepada orang Indonesia sendiri yang keturunan, terutama keturunan Tionghoa, dikarenakan pada saat itu mereka merupakan kaum paling minoritas, sehingga mudah dijadikan sasaran. Amuk massa terjadi sepanjang siang dan malam hari, kemarahan massa dimulai pada malam hari tanggal 12 Mei 1998 dan semakin tidak terkendali pada tanggal 13 Mei 1998 siang setelah mendengar berita gugurnya mahasiswa yang tertembak aparat.

Sampai tanggal 15 Mei 1998 di Jakarta dan banyak kota besar lainnya di Indonesia terjadi kerusuhan besar tak terkendali mengakibatkan ribuan gedung, toko maupun rumah di kota-kota Indonesia hancur lebur dirusak dan dibakar massa. Sebagian mahasiswa mencoba menenangkan masyarakat namun tidak dapat mengendalikan banyaknya massa yang marah.

Kerusuhan Mei 1998 meninggalkan ribuan korban jiwa, tidak terhitung rumah dan bangunan serta sarana ekonomi yang hancur akibat peristiwa itu. Belum lagi efek psikologis akibat peristiwa pembakaran, penganiayaan, pemerkosaan terhadap etnis Tionghoa maupun yang terpaksa kehilangan anggota keluarganya saat kerusuhan terjadi.

MOBIL YANG DIBAKAR PADA KERUSUHAN MEI 98, DI JAKARTA. [RULLY KESUMA; 5A/68/98-DR; 981009]
MOBIL YANG DIBAKAR PADA KERUSUHAN MEI 98, DI JAKARTA. [RULLY KESUMA; 5A/68/98-DR; 981009]
Pasukan anti huru hara/ PHH dan perusuh yang tertangkap pada kerusuhan Mei 1998 di Medan [Bambang Soed/ DR; 2000/05/22].
Pasukan anti huru hara/ PHH dan perusuh yang tertangkap pada kerusuhan Mei 1998 di Medan [Bambang Soed/ DR; 2000/05/22].
Perusuh yang ditangkap dan dipukuli pada kerusuhan Mei 1998 di Medan [Bambang Soed/ DR; 2000/05/22].
Perusuh yang ditangkap dan dipukuli pada kerusuhan Mei 1998 di Medan [Bambang Soed/ DR; 2000/05/22].
Bangunan yang terbakar pada kerusuhan Mei 1998 di Medan [Bambang Soed/ DR; 2000/05/22].rn<br>rnDimuat majalah TEMPO 20011028-034
Bangunan yang terbakar pada kerusuhan Mei 1998 di Medan [Bambang Soed/ DR; 2000/05/22].rn<br>rnDimuat majalah TEMPO 20011028-034
Kerusuhan Mei 1998 di Medan [Bambang Soed/ DR; 2000/05/22].
Kerusuhan Mei 1998 di Medan [Bambang Soed/ DR; 2000/05/22].
Massa berlarian pada kerusuhan Mei 1998 di Medan [Bambang Soed/ DR; 2000/05/22].
Massa berlarian pada kerusuhan Mei 1998 di Medan [Bambang Soed/ DR; 2000/05/22].
Suasana kerusuhan Mei 1998 di Yogyakarta [Hidayat SG/ DR; 2000/05/22].
Suasana kerusuhan Mei 1998 di Yogyakarta [Hidayat SG/ DR; 2000/05/22].
Mobil yang dibakar pada kerusuhan Mei 1998 di Medan Bambang Soed/ DR; 2000/05/22].
Mobil yang dibakar pada kerusuhan Mei 1998 di Medan Bambang Soed/ DR; 2000/05/22].
Kerusuhan Mei 1998 di Medan [Bambang Soed/ DR; 2000/05/22].
Kerusuhan Mei 1998 di Medan [Bambang Soed/ DR; 2000/05/22].
Massa sedang membakar sepeda motor dan barang lainnya pada kerusuhan Mei 1998 di Medan Bambang Soed/ DR; 2000/05/22].
Massa sedang membakar sepeda motor dan barang lainnya pada kerusuhan Mei 1998 di Medan Bambang Soed/ DR; 2000/05/22].
SUASANA KERUSUHAN MEI, DI JAKARTA, MOBIL TERBAKAR  [RULLY KESUMA; DR;  981005]
SUASANA KERUSUHAN MEI, DI JAKARTA, MOBIL TERBAKAR [RULLY KESUMA; DR; 981005]
SUASANA KERUSUHAN MEI, DI JAKARTA, MOBIL TERBAKAR  [RULLY KESUMA; DR;  981005]
SUASANA KERUSUHAN MEI, DI JAKARTA, MOBIL TERBAKAR [RULLY KESUMA; DR; 981005]
Kerusuhan Mei di Matraman, Jakarta 14 Mei 1998. [TEMPO/ Rully Kesuma; Kerus~47].rn<br>rnDimuat majalah TEMPO 20010610-140
Kerusuhan Mei di Matraman, Jakarta 14 Mei 1998. [TEMPO/ Rully Kesuma; Kerus~47].rn<br>rnDimuat majalah TEMPO 20010610-140
KERUSUHAN MEI 1998 DI JAKARTA. [ RULLY KESUMA; DR; 981102 ]
KERUSUHAN MEI 1998 DI JAKARTA. [ RULLY KESUMA; DR; 981102 ]
KERUSUHAN MEI 1998 DI JAKARTA. [ RULLY KESUMA; DR; 981102 ]
KERUSUHAN MEI 1998 DI JAKARTA. [ RULLY KESUMA; DR; 981102 ]
Truk dan mobil terbakar pada kerusuhan Mei, Jakarta, Selasa 14 Mei 1998. [TEMPO/ Rully Kesuma; Kerus~14]rn<br>rnDimuat majalah TEMPO 20010610-142
Truk dan mobil terbakar pada kerusuhan Mei, Jakarta, Selasa 14 Mei 1998. [TEMPO/ Rully Kesuma; Kerus~14]rn<br>rnDimuat majalah TEMPO 20010610-142
SUASANA KERUSUHAN MEI, DI JAKARTA, MAC DONALD TERBAKAR  [RULLY KESUMA; DR;  981005]
SUASANA KERUSUHAN MEI, DI JAKARTA, MAC DONALD TERBAKAR [RULLY KESUMA; DR; 981005]
WARGA NEGARA ASING, ANTRI VISA DI KEDUBES AUSTRALIA, SAAT KERUSUHAN MEI 1998 [RULLY KESUMA; 98]
WARGA NEGARA ASING, ANTRI VISA DI KEDUBES AUSTRALIA, SAAT KERUSUHAN MEI 1998 [RULLY KESUMA; 98]
MOBIL YANG DIBAKAR PADA KERUSUHAN MEI 98, DI JAKARTA. [RULLY KESUMA; 5A/68/98-DR; 981009]
MOBIL YANG DIBAKAR PADA KERUSUHAN MEI 98, DI JAKARTA. [RULLY KESUMA; 5A/68/98-DR; 981009]
MOBIL YANG DIBAKAR PADA KERUSUHAN MEI 98, DI JAKARTA. [RULLY KESUMA; 5A/68/98-DR; 981009]
MOBIL YANG DIBAKAR PADA KERUSUHAN MEI 98, DI JAKARTA. [RULLY KESUMA; 5A/68/98-DR; 981009]
Pedagang asongan yang menjual teh botol berlari saat kerusuhan Mei, Jakarta, 13 Mei 1998. [TEMPO/ Yunizar Karim; Digital Image; 20000422].
Pedagang asongan yang menjual teh botol berlari saat kerusuhan Mei, Jakarta, 13 Mei 1998. [TEMPO/ Yunizar Karim; Digital Image; 20000422].
Bangkai mobil dan suasana setelah kerusuhan mei di solo, Jawa Tengah [Hidayat SG/ DR; 2000/04/29].
Bangkai mobil dan suasana setelah kerusuhan mei di solo, Jawa Tengah [Hidayat SG/ DR; 2000/04/29].
MOBIL YANG DIBAKAR PADA KERUSUHAN MEI 98, DI JAKARTA. [RULLY KESUMA; 5A/68/98-DR; 981009]
MOBIL YANG DIBAKAR PADA KERUSUHAN MEI 98, DI JAKARTA. [RULLY KESUMA; 5A/68/98-DR; 981009]
MOBIL YANG DIBAKAR PADA KERUSUHAN MEI 98, DI JAKARTA. [RULLY KESUMA; 5A/68/98-DR; 981009]
MOBIL YANG DIBAKAR PADA KERUSUHAN MEI 98, DI JAKARTA. [RULLY KESUMA; 5A/68/98-DR; 981009]
KERUSUHAN MEI 1998 DI MATRAMAN. [ RULLY KESUMA;   DR; 981102 ]
KERUSUHAN MEI 1998 DI MATRAMAN. [ RULLY KESUMA; DR; 981102 ]
SUASANA KERUSUHAN MEI, DI JAKARTA  [RULLY KESUMA; DR;  981005]
SUASANA KERUSUHAN MEI, DI JAKARTA [RULLY KESUMA; DR; 981005]
KERUSUHAN MEI 98 DI JAKARTA. [RULLY KESUMA; 5A/68/98-DR; 981009]
KERUSUHAN MEI 98 DI JAKARTA. [RULLY KESUMA; 5A/68/98-DR; 981009]
Mobil yang dibakar pada kerusuhan Mei 1998 dengan latar belakang Citraland Mall, Grogol, Jakarta. [TEMPO/Rully Kesuma; 5a/68/98-dr; 981009]rn<br>rnDimuat majalah TEMPO 20010325-036
Mobil yang dibakar pada kerusuhan Mei 1998 dengan latar belakang Citraland Mall, Grogol, Jakarta. [TEMPO/Rully Kesuma; 5a/68/98-dr; 981009]rn<br>rnDimuat majalah TEMPO 20010325-036
Korban kerusuhan di Cileduk (foto: Saptono)
Korban kerusuhan di Cileduk (foto: Saptono)
Sorak para mahasiswa kepada barisan penjagaan aparat saat turun ke jalan menuntut reformasi politik di depan Universitas Gajah Mada, Yogyakarta pada 13 Mei 1998. Sekitar 8.000 mahasiswa menuntut keras lengsernya rezim Soeharto, sedikitnya 6 mahasiswa tewas dalam peristiwa ini.
Sorak para mahasiswa kepada barisan penjagaan aparat saat turun ke jalan menuntut reformasi politik di depan Universitas Gajah Mada, Yogyakarta pada 13 Mei 1998. Sekitar 8.000 mahasiswa menuntut keras lengsernya rezim Soeharto, sedikitnya 6 mahasiswa tewas dalam peristiwa ini.
Barisan pertahanan aparat saat bersiap mengantisipasi para mahasiswa yang turun ke jalan menuntut reformasi politik di depan Universitas Gajah Mada, Yogyakarta pada 13 Mei 1998.
Barisan pertahanan aparat saat bersiap mengantisipasi para mahasiswa yang turun ke jalan menuntut reformasi politik di depan Universitas Gajah Mada, Yogyakarta pada 13 Mei 1998.
Keganasan aparat saat menggunakan water cannon untuk mengusir ribuan mahasiswa yang tengah menggelar aksi demonstrasi menuntut reformasi politik di depan Universitas Gajah Mada, Yogyakarta pada 13 Mei 1998.
Keganasan aparat saat menggunakan water cannon untuk mengusir ribuan mahasiswa yang tengah menggelar aksi demonstrasi menuntut reformasi politik di depan Universitas Gajah Mada, Yogyakarta pada 13 Mei 1998.
Sejumlah demonstran memberikan perlawanan kepada aparat dengan melempari batu saat bentrok di depan Universitas Trisakti, Jakarta pada 13 Mei 1998.
Sejumlah demonstran memberikan perlawanan kepada aparat dengan melempari batu saat bentrok di depan Universitas Trisakti, Jakarta pada 13 Mei 1998.
Aksi penjarahan di sejumlah toko setelah bentrokan antara polisi dan mahasiswa memanas akibat tewasnya aktivis saat aksi demonstrasi menuntut reformasi politik, 13 Mei 1998.
Aksi penjarahan di sejumlah toko setelah bentrokan antara polisi dan mahasiswa memanas akibat tewasnya aktivis saat aksi demonstrasi menuntut reformasi politik, 13 Mei 1998.
Salah satu gedung di kawasan Jakarta Barat yang mengalami kerusakan akibat dijarah oleh massa karena kesal dengan kebijakan pemerintah saat itu.
Salah satu gedung di kawasan Jakarta Barat yang mengalami kerusakan akibat dijarah oleh massa karena kesal dengan kebijakan pemerintah saat itu.
Sejumlah warga keturunan Tionghoa berada di lingkungan mereka yang hancur akibat dijarah oleh massa yang kesal dengan kebijakan pemerintah saat itu, 13 Mei 1998. (Liat ekspresi wajah mereka yang tetep terlihat santai, bebeda dengan beberapa orang yang karena kehilangan sesuatu harus menjerit-jerit menangis)
Sejumlah warga keturunan Tionghoa berada di lingkungan mereka yang hancur akibat dijarah oleh massa yang kesal dengan kebijakan pemerintah saat itu, 13 Mei 1998. (Liat ekspresi wajah mereka yang tetep terlihat santai, bebeda dengan beberapa orang yang karena kehilangan sesuatu harus menjerit-jerit menangis)
Aparat berdiri di depan kobaran api saat tragedi Mei 1998 di kawasan Jakarta Barat.
Aparat berdiri di depan kobaran api saat tragedi Mei 1998 di kawasan Jakarta Barat.

Kini setelah 17 tahun berlalu, trauma orang Tionghua belumlah pupus, masi tersimpan kepahitan masa lalu yang juga ketidak percayaan kepada kaum pribumi dan pemerintah. Kaum Tionghua sendiri merasa kejadian serupa pasti akan bakal terjadi kembali di masa depan. Padahal kalo kita melihat sejarah, orang Tionghua telah ikut berjuang bersama mengusir penjajah sejak zaman sebelum merdeka.

Orang Tionghua merupakan bagian integral dari bangsa Indonesia yang tidak akan terpisahkan suka atau tidak suka, hal tersebut telah terpatri dalam sejarah bangsa ini. Perlu adanya langkah nyata pemerintah dalam mencegah kerusuhan rasial seperti terulang kembali di negara kita yang tercinta.

17 tahun bukanlah waktu yang singkat, orang Tionghoa juga mulai berbenah diri untuk lebih melebur kedalam masyarakat, perjuangan panjang selama ini membuahkan hasil. Hal ini dapat kita lihat dengan terpilihnya Ahok sebagai Wagub DKI 2012 lalu, kemudian naik menjadi Gubernur pada tahun 2014. Muncul politisi Tionghoa di berbagai daerah. Hal ini sebagai sebuah kemajuan menuju bangsa yang majemuk dengan Bhineka Tunggal Ikanya. Jadi sekarang bagaimana bangsa Indonesia menerima keberadaan dari orang Tionghoa merupakan satu kesatuan yang terbingkai dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Setelah 17 tahun berlalu, marilah kita tinggalkan masa lalu tersebut. Forgive but not forget, sampaikan kepada generasi muda bahwa sejarah kelam pernah terjadi di negeri ini, semua itu karena tidak adanya toleransi serta tingginya perbedaan sosial di masyarakat kala itu, oleh karena itu hal tersebut tidak boleh terulang lagi, kita tatap ke depan menuju satu masa depan yang penuh harapan. Mengutip Tere Liye “Jika kita memilih tidak peduli, lebih sibuk dengan urusan masing-masing, nasib negeri ini persis seperti sekeranjang telur di ujung tanduk, hanya soal waktu akan pecah berantakan.” Jadi, semua tergantung kita generasi muda bangsa Indonesia, Indonesia yang seperti apakah yang ingin kita lihat 10, 20, 50, atau 100 tahun yang akan datang.

 

 

Pustaka :

  1. Komunitas Sejarah Kaskus
  2. Tionghoa dot info
  3. MenolakLupa
  4. Orang Tionghoa Membela Ibu Pertiwi
Written By
More from karnadi lim

Sendratari Ramayana

Ramayana adalah epic yang luar biasa panjang jika diceritakan (jika teman-teman masih...
Read More

8 Comments

    • yang saya masih bingung, hubungannya kegagalan pemerintah dengan masyarakat dari suku keturunan Tionghoa itu apa??????? mengapa yang salah pemerintah, yang kena batunya minoritas???? THIS PROVES THAT MOST INDONESIANS STICK THEIR HEADS UP THEIR ASS, “KITA BANGSA YANG BESAR”, iya kita memang bangsa besar yang suka membuang orang yang penting dan berperan, mengagungkan penjahat, dan menindas kaum lemah dan minoritas, democracy is an act of conforming with the collective needs of many, but if the ‘many’ are dumb uneducated over-indoctrinated fucks then, WE HAVE FUCKED OURSELVES UP

  • Good article, tapi perlu ditambahkan bahwa jumlah korban yg diperkosa ataupun mati jauh lebih banyak daripada ini..

  • masih banyak misteri yang belum terkuak dari tragedi Mei 98. terutama tentang siapa aktor intelektual di balik itu, dan apa skenario sebenarnya dari adanya kejadian tersebut.

    Saya turut prihatin dan berbela sungkawa atas jatuhnya banyak korban masyarakat Indonesia khususnya etnis tionghoa dalam tragedi tersebut.

  • TAKKAN TERLUPAKAN TRAGEDI YANG TELAH TERJADI !!!

    Artikel yang sangat bagus .. terima kasih dan sukses selalu yah 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *