PILGUB dengan rasa PILPRES

[perfectpullquote align=”full” cite=”” link=”” color=”” class=”” size=””]“Kenali dirimu, kenali musuhmu, dan kenali medan tempurmu. Dan kau akan memenangi seribu pertempuran” (Sun Tzu)[/perfectpullquote]

Belakangan ini dunia politik di Indonesia lumayan panas, karena akan diadakannya pilkada serentak di lebih dari 100 daerah di Indonesia, tahun 2017 juga DKI Jakarta yang disebut sebagai “etalasenya” Indonesia juga akan menghelat pesta demokrasi memilih Gubernur dan Wakil Gubernur.

Saya tergelitik untuk menulis hal tersebut, setelah mengikuti dari awal gegap gempita calon maupun bakal calon yang akan di usung oleh partai politik. Ahok sebagai calon Petahana (incumbent) yang awalnya akan maju Pilkada DKI dari jalur independen dihambat dengan perubahan UU tentang Pilkada akhirnya harus mengalah dan memilih jalur Parpol, seketika itu juga partai yang awalnya hanya 1 bertambah menjadi 2 dan kemudian bertambah lagi menjadi 3 partai pengusung.

Masalah tidak berhenti sampai disana saja, 1 hari setelah menyatakan maju Pilkada dari jalur parpol, Ahok bersama dengan Presiden Jokowi dan Ibu Megawati didampingi Puan Maharani duduk bersama dalam 1 mobil menuju Rapimnas Partai Golkar, hal tersebut bukanlah merupakan kebetulan belaka, dari sanalah lobi politik mulai dilakukan kepada Ibu Megawati sebagai Ketua Umum PDIP yang akan menjadi penentu Ahok dan Djarot dimajukan dalam 1 paket dalam Pilkada DKI Jakarta 2017.

Sumber : http://news.detik.com/berita/d-3304737/bertemu-sylviana-agus-yudhoyono-saya-ingin-berjuang-untuk-masyarakat?_ga=1.69568214.710118476.1474432430
Sumber : http://news.detik.com/berita/d-3304737/bertemu-sylviana-agus-yudhoyono-saya-ingin-berjuang-untuk-masyarakat?_ga=1.69568214.710118476.1474432430

Tepat 1 hari sebelum pendaftaran Calon Gubernur dan Wakil Gubernur di buka resmi oleh KPUD DKI Jakarta, di kantor PDIP tampak kesibukan luar biasa karena direncanakan malam pukul 20.00 akan diumumkan secara resmi pasangan kepala daerah yang di usung oleh PDIP, di kubu lain tak kalah sibuk, gabungan dari beberapa partai politik tampak sibuk menyiapkan tanding yang sebanding dengan calon petahana. Sewaktu Sekjen PDIP mengumumkan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur untuk DKI Jakarta yaitu Basuki Tjahaha Purnama alias Ahok dan Djarot Saiful Hidayat. Terjawab sudah calon yang di usung oleh PDIP dan menambah gerah kubu di luar itu. Yang unik kita lihat sewaktu pendaftaran adalah munculnya Ibu Megawati yang turut mengantar pasangan Ahok-Djarot mendaftar ke KPU.

Sementara itu di Cikeas, di kediaman Presiden RI ke 6 itu tampak tamu hadir dari gabungan 4 partai politik untuk membahas calon yang seimbang dan sebanding dengan Ahok, hingga tengah malam terus melobi dan diskusi untuk menghasilkan sebuah nama, puncaknya pada tengah malam tanggal 23 September 2016, publik terhenyak atas pengumuman dari waketum PD yang menyatakan bahwa “koalisi cikeas” resmi mengusung Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni sebagai pasangan Cagub dan Cawagub DKI Jakarta 2017.

Sungguh sebuah ambisi dari partai yang bergabung di “koalisi cikeas” telah menjerumuskan karier dari Mayor Inf. Agus Harimurti Yudhoyono yang bakal gemilang di jalur militer. Jadi sesungguhnya ini adalah pertarungan para elit politik yang tidak mendidik sama sekali. Di panggung sebelah adalah kubu Gerindra dan PKS yang sampai hari ini belum fixkan nama yang akan di usung, santer beredar adalah mereka akan mengusung Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, sangat sayang sekali seorang Anies yang merupakan seorang idealis dan motivator serta guru bangsa mau ikut terseret permainan elit yang jelas-jelas bukanlah merupakan medan laganya.

[perfectpullquote align=”right” cite=”” link=”” color=”” class=”” size=””]“If you know the enemy and know yourself, you need not fear the result of a hundred battles. If you know yourself but not the enemy, for every victory gained you will also suffer a defeat. If you know neither the enemy nor yourself, you will succumb in every battle.”[/perfectpullquote]

Simpati mengalir kencang ke Anies Baswedan usai purna tugas sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, bahkan dalam beberapa survey menghasilkan sebuah angka bahwa Anies akan menjadi lawan yang sebanding dengan Ahok, dari awal publik sudah tahu bahwa poros Cikeas tidak akan mendukung Anies yang mereka anggap kutu loncat waktu pilpres 2014 yang lalu, karena Anies pernah maju melalui konvensi Partai Demokrat sebagai bakal calon Presiden kemudian dia meloncat menjadi team pemenangan Jokowi – JK, praktis hal tersebut tidak akan masuk hitungan sama sekali oleh SBY.

Komplit sudah kali ini Pilkada Serentak DKI Jakarta 2017 adalah Pilgub dengan rasa Pilpres karena sebenarnya yang bertanding di medan perang adalah Megawati Soekarnoputri melawan Susilo Bambang Yudhoyono dan Prabowo Subianto. Sebagai masyarakat kita nantikan saja akhir daripada perang “batarayudha” tersebut. Akankah dimenangkan kubu Megawati ? atau kubu SBY ? atau kubu Prabowo ?

Apapun hasilnya daripada Pilkada Serentak 2017 tersebut yang menjadi korban adalah Agus Harimurti Yudhoyono karena kalo saja SBY mau bersabar untuk 10-15 tahun kedepan bukan tidak mungkin sang putra mahkota tersebut akan menjadi salah satu calon Presiden dan Partai Demokrat memiliki penerus trah nya seperti halnya PDIP. Kini didepan mata kita telah disiapkan medan perang yang tidak seimbang antara petahana melawan calon-calon dari “koalisi cikeas” dan “koalisi hambalang” dengan adanya 3 pasangan calon yang bertempur maka akan menguntungkan bagi petahana untuk meraup suara, jangan lupakan peran temanahok yang telah berhasil mengumpulkan 1 juta lebih KTP untuk mencalonkan Ahok maju dari jalur independen, sedangkan Agus merupakan orang baru yang di “paksakan” untuk maju dan masih belum mengenal medan perangnya sendiri.

Memang harus di akui bahwa SBY masih mempunyai hasrat yang besar untuk berkuasa kembali di tahun 2019, dengan menguasai DKI Jakarta maka jalan menuju RI-1 akan terbuka lebar bagi partainya ataupun trah nya, cuma sangat disayangkan apabila ambisi dari pribadi SBY dan para pembisiknya harus mengorbankan anaknya yang kemungkinan besar akan meneruskan trah SBY ke panggung politik negeri ini 10-15 tahun yang akan datang.

Memahami dan mengetahui kekuatan sendiri, kita sudah memenangkan separuh peperangan ini (Sun Tzu).

Tags from the story
,
Written By
More from karnadi lim

Happy Easter

Paskah tahun ini jatuh pada tanggal 27 Maret 2016, Tradisi Ziarah saat...
Read More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *