Sugeng Rawuh Yogyakarta

Terkadang kita tidak mengetahui cara Tuhan bekerja dalam hidup kita, apa yang tidak pernah kita bayangkan dan pikirkan tetapi Tuhan sediakan buat kita. Tiga kali saya berencana mengunjungi Yogjakarta, tetapi nasib berkata lain 3 kali juga saya gagal menjejakkan kaki di Jogja.

Tahun 2016 plan untuk menghadiri acara Salonfoto Indonesia di Jogja, tetapi last minute cancel karena ada pelayanan bersama Pastor Raymond Sim dari Singapore. Tahun 2017 juga kembali berencana mengunjungi Jogja sepulang dari Camp Bersama Putra Pengabdi Indonesia di Surabaya ternyata juga batal karena waktunya mepet banget. Bulan Agustus kemarin juga berencana bersama orang tua sehabis dari wisuda adik di Batu Malang mau melipir ke Jogja, tapi waktu wisuda di undur sehingga tanggung untuk kemana-mana.

Suatu malam, kak Lenny whatsapp nanya boleh ngk di kasi no saya ke temennya, karena ada temennya yang biasa ngurus fam trip nyari blogger dari Medan, saya bilang kasi saja no saya kak. Gak berapa lama Mas Uul whatsapp nanya apakah ada acara tanggal 6-9 Oktober 2017 ? apakah bisa datang ke Jogja. Langsung saat itu juga saya iyakan saja untuk ikutan.

Menjelang keberangkatan, bukan tanpa kendala tetapi hampir juga ketinggalan. Seperti biasa pagi hari ngantor sambil menyelesaikan beberapa kerjaan, pukul 14.30 pulang ke rumah untuk mengambil tas dan berangkat ke bandara, menurut perhitungan biasa cukup maksimal 30 menit untuk sampai ke bandara. Tak disangka rupanya hari tersebut macat luar biasa di jalur Jalinsum, setelah mutar sana sini akhirnya ketemu sampai ke Bandara.

Kemacetan luar biasa di jalur Jalinsum

Ternyata counter Airasia sudah tutup, untung saya sudah web check in dan langsung dipersilahkan masuk, menuju gate 5, proses boarding sedang berlangsung setelah antri akhirnya berhasil masuk ke pesawat yang akan membawa saya ke Yogyakarta.

Mobil “terpaksa” parkir inap di bandara Kuala Namu

Pukul 15.50 pesawat mulai persiapan lepas landas, begitu diudara pilot sepertinya gas poll sehingga menjelang matahari istirahat di ufuk barat pesawat sudah meninggalkan pulau Sumatera. Lebih cepat dari jadwal yang seharusnya dan juga pesawat tidak penuh-penuh banget, kursi di samping saya malah kosong jadilah bs sedikit santai.

Meninggalkan pulau Sumatera menuju pulau Jawa

Pesawat masi menunjukkan posisi berada di Jawa Barat seperti yang tertera di google maps smartphone saya, fyi saya biasanya sebelum terbang akan load peta di google maps terlebih dahulu kemudian di pasang flight mode dengan GPS tetap dinyalakan, ketika duduk di samping jendela arahkan smartphone ke jendela dan google maps akan menunjukkan posisi kita berada dimana. Matahari sudah hampir hilang ditelan kegelapan malam dan tersisa semburat cahaya kuning yang perlahan meredup.

Sunset di perjalanan

Tak lama kemudian terdengar suara Captain dari ruang kemudi yang mengabarkan kepada flight attendant untuk bersiap-siap untuk landing dan dilanjutkan dengan kalimat kita sampai 30 menit lebih cepat dari jadwal. Semua sibuk mempersiapkan diri buat landing, ada yang tiduran cantik langsung bangun, pramugari berjalan hilir mudik memastikan semua SOP berjalan dengan baik, dan akhirnya roda pesawat menyentuh landasan. Kita pun sampai dengan selamat di Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta.

Sugeng Rawuh

Mas Ismu sudah menunggu di depan pintu kedatangan dengan membawa kertas bertuliskan Fam Trip Jogja, tak lama kemudian bersama Mas Ismu diantarkan ke The 101 Hotel yang tidak jauh dari Tugu Pal Yogyakarta. Sampai di hotel telah disambut oleh Mas Uul dan team dari Dinas Pariwisata kota Jogja, sehabis check in menunggu di Lobby untuk bersama-sama dengan peserta yang lain berangkat ke Hotel Phoenix.

Pemain gamelan yang mengiringi makan malam

Sehabis makan malam, saya berkeliling mencari teman-teman yang sudah sampai pagi dan siang hari, dan ternyata mereka duduk di bagian luar, akhirnya berjumpa kembali dengan kak Lenny, Haryadi (omnduut) yang sering like dan komen di Instagram, Deddy Huang dan Mbak Ayu. Sambil bercerita kesana kemari sambil menunggu waktu boleh meninggalkan lokasi acara.

Pukul 21.00 kita sama-sama meninggalkan lokasi acara dan berencana mutar2 di alun-alun kota Jogja, sepertinya terlalu sayang melewatkan malam hanya untuk beristirahat. Kak Lenny memesan mobil lewat aplikasi dan kami berangkat bersama ke alun-alun.

Alun-Alun kota Jogja sangat ramai saat itu, “mobil-mobilan” yang digerakkan dengan dikayuh kemudian dihiasi dengan lampu yang gemerlap tampak berseliweran di seputaran sana, hanya dengan Rp. 25.000,- kita dapat berkeliling lapangan alun-alun tersebut.

Dilapangan terdapat penyewaan Engrang

Usai berkeliling dan lumayan puas, kami pun kembali ke hotel untuk beritirahat mempersiapkan diri dalam rangkaian acara fam trip besok hari. Besok hari kami akan dibawa berkeliling ke Keraton, Museum Sono Budoyo, Taman Sari, Kota Gede dan malamnya menyaksikan Wayang Jogja Night Carnival yang diadakan dalam menyambut ulang tahun kota Jogja yang ke 261. Fam Trip #JogjaIstimewa ini diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta.

Written By
More from karnadi lim

Yulong Xue Shan 玉龙雪山 – Blue Moon Valley

Setelah puas menikmati keindahan salju di  Puncak Yulong Xue Shan dengan salju...
Read More

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *